Pengalaman Mendaftar Indonesia Mengajar
Bissmillah..
Disini saya akan berbagi cerita mengenai proses pendaftaran Indonesia Mengajar angkatan XIII sampai tahap II. Karena saya hanya berlanjut di tahap ke II. Mohon maaf untuk bahasanya yang rancu, penggunaan kata saya, aku dan gue. Tergantung kepada mood penulis 😉
Disini saya akan berbagi cerita mengenai proses pendaftaran Indonesia Mengajar angkatan XIII sampai tahap II. Karena saya hanya berlanjut di tahap ke II. Mohon maaf untuk bahasanya yang rancu, penggunaan kata saya, aku dan gue. Tergantung kepada mood penulis 😉
Pada tahun 2016, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya sebagai Kindergarten Teacher. Rasanya saya ingin mencoba hal baru, keluar dari zona nyaman dan merasakan tantangan baru. Saya memutuskan keluar dan niatnya ingin mengikuti program mengajar di pelosok. Baik itu SM3T ataupun Indonesia Mengajar. Namun, setelah resign tidak ada kabar SM3T akan dibuka sampai Juni pun tidak ada. Saya cukup resah.
Saya juga menunggu pendaftaran Indonesia mengajar namun saat itu entah kenapa saya tidak tau ternyata pendaftaran Indonesia mengajar sudah dibuka dari 1 bulan lalu. Saya langsung membuka websitenya. Saat itu adalah hari terakhir pendaftaran. Tepat pukul 20.00 wib, sesangkan jam 00.00 waktu pendaftaran sudah ditutup. Saya mencoba membuka website Indonesia Mengajar dan tertarik setelah membacanya. Saya isi-isi formulir, kebut essay, cukup banyak sekali. Tips nya jangan menulis bertele-tele dan kemukakan alasan kuatmu mengapa memilih kata-kata tersebut. Tidak ada tips lain untuk menulis essay, yang jelas saat itu saya menulis essay sesuai dengan kata hati saya dan keyakinan dari hati terdalam. Tidak ada kata-kata yang muluk-muluk sedikitpun.
Jawablah setiap pertanyaan dengan realistis, jelas dan berkeyakinan. Yang terpenting, jangan berbohong. Tulislah apa adanya dirimu.
Akhirnya malam itu saya submit, Alhamdulillah dengan keyakinan bahwa benar-benar ingin ikut serta dalam pemerataan pendidikan di Indonesia apalagi saya memang dari orang pendidikan sendiri. Waktu itu saya pasrah, ya sudah kalau memang tidak diterima tidak apa-apa rasanya memang tidak maksimal dalam membuat essay nya. Semoga masih ada pembukaan SM3T harap-harap cemas.
Beberapa hari, sekitar 1 minggu setelah itu. Nama-nama peserta yang dinyatakan lolos tahap 1 pun diumumkan. Ternyata nama saya ada di dalam sana . Terkejoed. Disana tertulis tanggal dan tempat serta nama-nama peserta KCPM XIII yang ikut seleksi.
Setelah pengumuman kelulusan tahap 1. Kami diberi tugas menganalis suatu artikel yang dikirim lewat email. Artikel tersebut mengenai sebuah kasus tentang Perlindungan Anak dan Perempuan. Sebuah kasus yang cukup viral saat itu.
Pada tahap kedua, berlangsung dari jam 7.30 - 17.00 cukup panjang ya? . Diantara kegiatannya yaitu seleksi tes psikologi , wawancara, microteaching, (FGD) Forum Group Discussion.
Tes psikologi berupa tes visual (menggambar) kita diberikan kertas kosong disuruh menggambar rumah dan gambar kedua adalah sosok/profesi kemudian juga ada tes tertulis.
Wawancara dilakukan 2 kali dengan interviewer yang berbeda. Cukup panjang mungkin sekitar 1,5 jam di interview pertama dan 1/2 jam di interview ke dua. Mengenai keyakinanmu tujuan visi dan apa yang telah dan akan kamu bawa kesana jika terpilih nanti.
Tes psikologi berupa tes visual (menggambar) kita diberikan kertas kosong disuruh menggambar rumah dan gambar kedua adalah sosok/profesi kemudian juga ada tes tertulis.
Wawancara dilakukan 2 kali dengan interviewer yang berbeda. Cukup panjang mungkin sekitar 1,5 jam di interview pertama dan 1/2 jam di interview ke dua. Mengenai keyakinanmu tujuan visi dan apa yang telah dan akan kamu bawa kesana jika terpilih nanti.
Setelah wawancara, kami diberi makan siang istirahat dan sholat. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan FGD. Disini kalian akan mengenal teman-teman peserta lain yang benar-benar keren. Dari cara memberikan pendapat, pola pikir, kemampuan berdamai, menahan ego, negosiasi. Ah pokoknya ditahap ini gue langsung ciut, ga ada apa-apa nya lah. Apalagi gue jarang banget bicara depan umum. Mereka benar-benar keren. Waktu itu kami diberikan sebuah kasus untuk di pecahkan. Masing-masing orang punya kesempatan berbicara meskipun tidak terlihat ini giliran kamu berbicara. Tapi, I'm really sure they are so cool. Semuanya bisa menahan ego, memberi kesempatan teman lain berbicara. Dan yang mencengangkan itu adalah penndapat-pendapat dan ide brilliant mereka . Gue ikut berbicara sih, meski ga banyak dan cuman sebagai pembuka dan penutup . Aduh ciut lah gue pas bagian ini.
Dan hal yang paling menyenangkan nih, setelah FGD adalah microteaching. Okay, ini bagian gue , secara gue guru kwkwkw (bukan nyombong). Banyak ketawa nya lah bagian ini. Namun sesuatu terjadi saat micro teaching, kita sebagai guru dan peserta lain dan juga panitia akan menjadi murid. Saat gue yang ngajar, baru saja mengeluarkan satu media pembelajaran dan menjelaskan tujuan pembelajaran. Kelas sudah mulai rusuh, masa tiba-tiba ada anak kecil adeknya murid ku, rusuh lah dia ngajak kakak nya pulang mulu. Kaka panitianya itu . Belum jadi ngajar, ada gempa bumi lah ada yang meninggal kwkwkw. Kacaaau lah kacauuu banget itu kelas. Tapi aku suka kelas yang kacau daripada kelas nya pasif. Padahal aku udah nyiapin material dan rencana pembelajaran nya . Ga apa-apa selow.
Saat yang lain jadi guru, dari panitia meminta ada murid abk nya. Sontak lah aku mengajukan diri, secara guru SLB dan sering berinteraksi dengan mereka yang luar biasa. Aku pun ikutan acting jadi siswa abk - autism.
Pokonya bagian microteaching ini bagian yang paling seru.
Pokonya bagian microteaching ini bagian yang paling seru.
Selesai kegiatan jam 17.00 kita pulang.
Dan hari itu gue mempunyai banyak teman baru yang keren-keren dari berbagai universitas dan daerah di Indonesia . Kita juga sempat main dulu ke F(x) untuk makan dan kembali ke rumah masing-masing.
Dan hari itu gue mempunyai banyak teman baru yang keren-keren dari berbagai universitas dan daerah di Indonesia . Kita juga sempat main dulu ke F(x) untuk makan dan kembali ke rumah masing-masing.
Hasil pengumuman tahap II cukup lama, sehingga sebelum pengumuman pun ada pembukaan SM3T VI (Yang belum tau, lihat artikel apa itu SM3T ya). Akhirnya sayapun mendaftar SM3T mengikuti seleksi yang cukup ketat juga (baca juga pengalaman ku, proses seleksi menjadi guru SM3T). Alhamdulillah, saya dinyatakan lulus sebagai salah sau guru SM3T sebelum pengumuman Pengajar Muda, Berangkatlah saya pembekalan ke Dodiklatpur Cileuyah Banten pada saat itu, selama 3 minggu disana. Sayapun mendapakan email hasil seleksi menjadi Pengajar Muda angkaan XIII. Ternyata saya belum lolos pada saat itu untuk menjadi Pengajar Muda. Namun alhamdulillah saya tetap kepelosok melalui SM3T sebagai putra bangsa dibawah Kementrian Pendidikan. Melalui jalur apapun itu, niat yang sama menunjukkan kalian adalah jiwa-jiwa muda yang peduli dengan Negara kita, Indonesia 💓. So, ga usah ragu kalau kalian sayang sama Indonesia, Salam Semangat!
Comments
Post a Comment